Homepage

Smartphone version with the most important articles in English summarizedBahasa Indonesia-English-Nederlands

Daging kesukaan

Manusia yang pertama makan daging itulah jelas. Pengetahuan  manusia pribumi masih terbatas dan mereka kurang tahu akibatnya setelah ribuan tahun dari pilihannya konsumsi kelinci pribumi.  Sejak saat itu tangan manusia berdarah.

Artikel di bawah itu diterbitkan dalam bentuk lebih luas pada 27 Maret di surat kabar Volkskrant. Bagi pembaca Indonesia bagian relevan diterjemahkan oleh Ibu B. Gerbrandy.

Penulis Mac Dinther
Satu porsi daging yang besar diberi kesan tentang manusia yang berbahagia dan kuat (Ruth L. Ozeki: Tahun saya dari daging).

Kalangan terpelajar sudah lama diakui bahwa orang pertama makan daging, berkata paleontoloog John de Vos dari museum Naturalis di Leiden. Tetapi dua tahun lalu juga dapat bukti ilmu yang kuat.
Para peneliti mendapat peninggalan fosil  dari Australopithecus Africanus, pelopor dari manusia, penghubungan  zat karbon yang  berkaitan dengan konsumsi daging. Dengan bukti itu semua cerita tentang manusia pribumi hidup dari buah-buahan dan sayur-sayuran dihapuskan.
Makan daging adalah satu sikap alamiah dari manusia. Alat kerja yang pertama dari manusia adalah pisau untuk potong daging. Itulah bukan sesuatu baru bagi de Vos. " Dari Orang hutan kami tahu binatang itu juga sekali-kali makan daging. Neanderthaler, satu jenis manusia yang tidak ada lagi makan daging saja.
Jenis Australopithecus yang makan daging bukan pilihan sendiri, tetapi lebih akibatnya dari proses evolusi. Tiga juta tahun yang lalu ada kekeringan di Afrika Timur, di mana tempat asalnya manusia pribumi. Hutan tropis menjadi tanah kering.
Saat itu terjadi banyak hal sejajar, menjelaskan Bapak Vos. Manusia berjalan lurus dan mulai makan daging. Di tanah kering manusia Australopithecus perlu jalan jauh untuk dapat makanan dan karena itu dia jalan lurus. Itulah makan energi lebih banyak dan itulah lebih gampang diambil dari makanan hewan daripada dari tumbuhan. Dan apa lagi di tanah kering makanan kurang dari hutan tropis. Jadi Australopithecus terpaksa begitu.
Dalam jangka waktu itu dari proses evolusi menjadi manusia juga otaknya berkembang secara sejajar. Alasan bagi beberapa ilmuwan untuk menyatakan bahwa daging , sumber protein yang kuat, sehat mengembangkan otak manusia. Satu teori yang sampai hari ini tidak melawan  oleh Biro Penyuluhan Daging , tetapi menurut Bapak De Vos itulah bukan didukung oleh fakta yang benar jadi  omong kosong.
Oleh karena jalan lurus tangan manusia lepas. Koordinasi tangan dilakuan oleh otak. Asumsi Bapak De Vos adalah bahwa dari proses itu mulai otak manusia berkembang. Karena bukan begitu berarti bahwa sebinatang singa pasti mempunyai otak super.
Kebiasaan manusia untuk makan daging juga merubah semua gigi. Rahang manusia menjadi semacam gunting dengan apa manusia bisa menggunting daging.Rahang manusia menjadi jenis rahang omnivore, menurut Bapak De Vos.
Manusia pertama mungkin suka daging   tetapi juga sekali saja makan daging karena hanya bisa kalau dia dapat tanggap hewan, dan itulah jarang terjadi.

Itu baru berubah waktu manusia mulai mendomestikasi hewan, yang pertama domba delapan ribu tahun sebelum Kristus. Dari saat itu mengembangkan satu  hubungan antara binatang dan manusia yang ketahui oleh satu memakai yang lain dan makan.

Ada daerah di bumi ini yang tidak bisa hidup tampa makan daging, mengatakan Bapak Adel den Hartog, dosen kebiasaan pangan di Universitas Wageningen. Ingat Toendra, jenis tanah yang terlalu kering. Di situ tidak bertumbuh apa-apa. Sama seperti di Sahara dan Groenland (es saja).

Tetapi yang menonjol walaupun tidak tergantung dari akibatnya apa saja semua bangsa dari bumi ini suka makan daging. Dan memang menyeluruh bangsa manusia begitu, mengatakan Bapak Den Hartog. Bukan di mana saja orang suka hewan yang sama tetapi di mana-mana manusia suka makan daging.
Itu juga masuk akal. Makanan dasar seperti kentang, nasi dan gandung merasa cemplang. Dan daging punyai perasaan yang lebih aromatik. Daging adalah kepala makanan, memberi arti dan sesuatu yang digairah oleh manusia(kesukaan).
Tetapi di saat yang sama daging tidak pernah diluar permasalahan.
Daging selalu berkaitan dengan peran ganda yang bersetan, mengatakan Den Hartog. Di setiap budaya ada pemahaman bahwa manusia perlu mencair darah untuk dapat daging. Manusia sadar sekali bahwa dia perlu membunuh untuk makan daging.
Dari segalanya dia makan daging paling berbeban dengan emosi. Daging adalah dosa. Menurut Kejadian dari Alkitab manusia mulai makan daging setelah Kain membunuh Abel manusia jatuh di dalam dosa. Tidak ada pangan yang begitu berhubungan dengan tabu atau sesuatu yang terlarang.

Orang Muslim memanggil Allah waktu penyembelihan, Orang Yunani mengorbankan daging kepada dewa-dewa. Orang Yahudi mempunyai undang-undang pangan khusus mengenai daging. Orang Hindu menghormati seekor sapi, orang Ingris tidak makan kuda Orang Islam tidak makan babi, Orang Mongolie tidak suka burung dan orang benua Eropah baik  tidak makan kucing maupun anjing.
Banyak tabu pangan memang punyai dasar rasional. Bagi bangsa penunggang kuda-kuda adalah tabu untuk makan karena mereka perlu hewan itu. Hal yang sama terjadi dengan bangsa-bangsa gembala ternak sapi. Gembala selain itu menganggap rendah orang yang pelihara babi. Itulah alasannya penghinaan terhadap babi dari bangsa yang mengikuti beberapa agama pastoral, menurut DenHartog.
Sebagai cerminan dari kedosaan daging pangan vegetaris seringkali diberi khasiat unggul. Yang pertama orang vegetarian mengeluarkan dari kehidupan mereka adalah seks, minuman keras dan daging. Orang Brahmanan Hindu hampir total dilarang makan daging karena secara moril mereka dikalahkan oleh orang vegetarian.
Orang vegatarian main peran dalam abad-abad pertengahan orang Kristen pengikut pelajaran murni dan melepasklan diri dari Roma. Orang vegaris dari Inggris yang 1847 mendirikan Kumpulan Vegetaris mengatakan bahwa makan daging mengakibatkan sifat kebinatangan dan sikap kurang ajar.
Bukan rakyat biasa terlalu terpengaruh oleh itu. Kebanyakan sudah senang kalau mereka bisa  makan daging. Cara makan dari pihak bangsa Romawi sangat diketahui sebagai makan terlalu banyak sampai munta sama seperti juga makanan pesta orang abad-abad pertenghan.  Zaman itu bangsawan makan berlebihan daging, burung macam-macam sedagkan rakyat biasa makan roti dan bubur.
Lama sekali ada keyakinan bahwa makan kurang atau sedikit daging menyebabkan kelemahan. Bapak Liebig yang menemukan sari daging menegaskan bahwa daya kerja yang hilang karena otot dipakai membutuhkan daging untuk pemulihan kembali.
Hanya orang yang kerja paling keras , mendapat daging yang paling sedikit. Daging adalah satus, semacam bukti kekayaan. Baru di abad kedua puluhan daging menjadi bagian dari seluruh rakyat di bagian Barat di dunia ini. Mulai awal abad dua puluhan tetapi semakin banayk setelah perang dunia kedua di tahun-tahun lima puluhan. 
Masyarakat kemakmuran memberi hampir semua orang satu mobil, satu televisi dan setiap hari daging dalam menu. Mimpi dari setiap tenaga kerja menjadi benar, mengatakan Bapak Den Hartog. Waktu satu orang politik yang terkenal katakanlah ; "Apa yang baik bagi orang yang kaya adalah juga baik untuk anak dari orang miskin”.
Baru di abad pertengahan mulai konsumsi daging di Eropah. Setelah wabah pes di abad empat belasan yang membuat banyak korban bahkan ada semacam kelimpahan. Tersedia cukup banyak padang rumput bagi hewan dan sedikit manusia yang membutuhkan makan.
Tetapi sejak abad tujuh belasan penduduknya bertumbauh terus dan itu menyebabkan harus menghemat terhadap konsumsi daging. Daging menjadi bahan mewa bagi raja dan orang kaya. Manusia biasa makan daging dari garam, ikan dari garam dan kalau ada daging hanya sedikit saja. Hanya tenaga kerja dengan cukup gaji bisa beli daging, yang bisa baca dalam tulisan Friedrich Engels dari Inggris tahun 1844.
Dari zaman yang sama ada juga permohonan untuk biar rakyat boleh makan daging lebih banyak.  Bapak G. Mulder ahli pangan yang pertama di Belanda mengumunkan bahwa kekurangan daya dari tenaga kerja. Menurut Mulder akibatnya mereka kurang makan daging.
Cita-cita tercapai: daging mendemokrasikan: daging adalah murah, tersedia bagi semuanya dan tidak bersifat satu ciri khas lagi. Hampir sampai tidak bisa habis lagi. Tahun demi tahun konsumsi daging lebih banyak. Belum pernah dalam sejarah konsumsi daging lebih besar daripada sekarang itu.
Tetapi baru ini ada gerakan lawan. Jumlah orang yang tinggalkan konsumsi daging dan orang vegetarian bertambah dan konsumsi daging dikurangi. Tahun 2000 daging dikonsumsi 3 kilo lebih kurang daripada konsumsi 1996, tahun puncak konsumsi daging per orang penduduk Belanda.
Dalam waktu yang sama daging menghilangkan haknya atas kesehatan manusia. Pernyataan bahwa daging sesuatu yang sehat  dihilangkan secara ilmiah, dikatakan oleh Bapak S.de Waard dari perhimpunan Vegataris.

Dua tahun yang lalu Universitas Oxford dibandingkan kesehatan dari orang vegaris dan orang yang makan daging. Orang vegetaris punyai beban badan lebih baik, kurang cholesterol dan oleh karena itu kurang kemungkinan untuk jatuh sakit jatung dan pembuluh darah. Banyak daging tidak sehat.
Juga secara status keadaan daging merubah, katakan Den Hartog. Tempo dulu kurang makan daging adalah tanda kemiskinan. Sekarang ini tidak usah malu lagi karena tidak ada daging. Sebaliknya kelihatannya. Jumlah makan daging menurun sebesar-besarnya.
Tetapi perubahan itulah bagi negara Barat saja, mempercepat berkata Bapak Den Hartog. Karena kami berada saat ini di tengah revolusi daging. Dunia Barat boleh kenyang daging , di negara yang sedang berkembang baru mulai dengan konsumsi daging secara besar-besaran.

Menurut IFPRI (International Food Policy Institute) dari Amerika Serikat kebutuhan daging dari negara sedang berkembang akan dua kali lipat dalam dua puluh tahunyang berikut. Tahun 1995 seluruh dunia 198 juta ton daging dikonsumsi, IFPI meramalkan di tahun 2020 ditingkatkan sampai 313 juta ton. Hal itu akan menjadi penyebab yang besar terhadap Lingkungan Hidup Manusia dan pemakaian tanah.  Kalau manusia australopithecus waktu tahu tentang soal itu dia mungkin tidak pernah pergi keluar hutan tropis.
Version for smartphones with overview of the most important articles on this site